NAMA GURU : Nur Eka Prawito, S.Kom.
MATA PELAJARAN : INFORMATIKA
ELEMENT : Literasi Digital
- Pengenalan konsep dasar kecerdasan artifisial (AI) dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
- Data, algoritma, dan pembelajaran mesin sederhana sebagai “cara komputer berpikir”.
- Pemanfaatan AI generatif dan Large Language Models (LLM) seperti ChatGPT, Gemini, dan Grok dalam pembelajaran.
- Manfaat AI dalam dunia pendidikan: personalisasi belajar, efisiensi kerja guru, dan aksesibilitas.
- Etika dan tanggung jawab penggunaan AI oleh guru dan siswa (privasi data, keadilan, integritas akademik).
CAPAIAN PEMBELAJARAN : Pada fase E, Peserta didik mampu memahami konsep dasar kecerdasan artifisial dan penerapannya di kehidupan sehari-hari serta dunia pendidikan, menunjukkan sikap etis dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan AI, serta menyusun perintah (prompt) yang tepat untuk menyelesaikan masalah sederhana menggunakan AI generatif, dengan tetap menjaga kejujuran dan integritas akademik.
TUJUAN PEMBELAJARAN : LD.10.1
Setelah mengikuti pembelajaran KKA pada topik ini, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian kecerdasan artifisial dan membedakannya dari kecerdasan manusia dan hewan.
Mengidentifikasi contoh pemanfaatan AI di kehidupan sehari-hari (rekomendasi video, asisten virtual, pengenalan wajah, dan lain-lain).
Menjelaskan secara umum peran AI dalam dunia pendidikan, termasuk manfaat dan tantangannya.
Mendeskripsikan apa itu LLM (misalnya ChatGPT, Gemini, Grok) serta peran prompt engineering dalam mendapatkan keluaran yang relevan.
Menyusun dan menguji beberapa contoh prompt yang jelas, spesifik, dan etis untuk menyelesaikan tugas belajar sederhana menggunakan AI generatif.
Menunjukkan sikap bertanggung jawab ketika menggunakan AI: menjaga privasi data, menghindari plagiarisme, dan menggunakan AI sebagai alat bantu belajar, bukan pengganti proses berpikir.
Menjelaskan pengertian kecerdasan artifisial dan membedakannya dari kecerdasan manusia dan hewan.
Mengidentifikasi contoh pemanfaatan AI di kehidupan sehari-hari (rekomendasi video, asisten virtual, pengenalan wajah, dan lain-lain).
Menjelaskan secara umum peran AI dalam dunia pendidikan, termasuk manfaat dan tantangannya.
Mendeskripsikan apa itu LLM (misalnya ChatGPT, Gemini, Grok) serta peran prompt engineering dalam mendapatkan keluaran yang relevan.
Menyusun dan menguji beberapa contoh prompt yang jelas, spesifik, dan etis untuk menyelesaikan tugas belajar sederhana menggunakan AI generatif.
Menunjukkan sikap bertanggung jawab ketika menggunakan AI: menjaga privasi data, menghindari plagiarisme, dan menggunakan AI sebagai alat bantu belajar, bukan pengganti proses berpikir.
KEGIATAN PEMBELAJARAN : Materi
A. Pendahuluan
Guru menyapa dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik berinteraksi dengan AI, misalnya saat membuka kunci ponsel dengan wajah, mendapat rekomendasi video, atau menggunakan asisten virtual.
- Guru mengaitkan pengalaman tersebut dengan topik KKA hari ini: “Kecerdasan Artifisial dan Penggunaan AI Generatif dalam Pembelajaran”.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan garis besar kegiatan yang akan dilakukan.
Guru menyapa dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik berinteraksi dengan AI, misalnya saat membuka kunci ponsel dengan wajah, mendapat rekomendasi video, atau menggunakan asisten virtual.
b. Kegiatan Inti
Eksplorasi Konsep Dasar AI
- Peserta didik membaca ringkasan/slide tentang definisi kecerdasan artifisial, perbedaan dengan kecerdasan alami, serta contoh-contoh penerapannya.
- Diskusi kelas singkat untuk mengonfirmasi pemahaman.
- AI dalam Kehidupan dan Pendidikan
- Secara berkelompok, peserta didik mengidentifikasi manfaat AI di berbagai bidang (pendidikan, kesehatan, hiburan, transportasi) dan menuliskannya di lembar kerja.
- Kelompok mempresentasikan hasil diskusi singkat, diikuti klarifikasi dari guru mengenai manfaat sekaligus risiko (ketergantungan teknologi, kesenjangan digital, dan isu privasi).
- Pengenalan LLM dan Prompt EngineeringGuru menjelaskan secara sederhana apa itu LLM (ChatGPT, Gemini, Grok), bagaimana model tersebut digunakan sebagai tutor virtual atau asisten penyusunan materi ajar, serta kelemahannya (halusinasi, bias).
- Guru memperkenalkan konsep dasar prompt engineering: merancang perintah yang jelas, spesifik, berfokus pada tujuan, dan disertai konteks.
- Latihan Menyusun Prompt
- Peserta didik bekerja dalam kelompok kecil.
Setiap kelompok diminta menyusun beberapa prompt untuk:
Meminta penjelasan konsep AI yang dekat dengan kehidupan mereka.- Menghasilkan ide proyek kecil berbasis AI untuk lingkungan sekolah.
- Kelompok menguji prompt yang dibuat menggunakan platform AI generatif yang telah disiapkan guru (misalnya Gemini di laptop sekolah), kemudian membandingkan hasil keluaran: mana yang paling relevan dan mudah dipahami.
- Peserta didik merefleksikan ciri prompt yang “baik” berdasarkan pengalaman praktik.
Refleksi Etika Penggunaan AI
- Guru memandu diskusi tentang lima prinsip etis: transparansi, perlindungan privasi dan keamanan data, keadilan dan inklusivitas, akuntabilitas, serta integritas akademik.
Peserta didik menganalisis satu-dua contoh kasus sederhana, misalnya:
- Menggunakan AI untuk mengerjakan tugas tanpa memahami materi.
- Mengunggah data pribadi ke aplikasi AI tanpa membaca kebijakan privasi.
Kelompok menyimpulkan sikap yang seharusnya diambil dalam setiap kasus.
Eksplorasi Konsep Dasar AI
- Peserta didik membaca ringkasan/slide tentang definisi kecerdasan artifisial, perbedaan dengan kecerdasan alami, serta contoh-contoh penerapannya.
- Diskusi kelas singkat untuk mengonfirmasi pemahaman.
- AI dalam Kehidupan dan Pendidikan
- Secara berkelompok, peserta didik mengidentifikasi manfaat AI di berbagai bidang (pendidikan, kesehatan, hiburan, transportasi) dan menuliskannya di lembar kerja.
- Kelompok mempresentasikan hasil diskusi singkat, diikuti klarifikasi dari guru mengenai manfaat sekaligus risiko (ketergantungan teknologi, kesenjangan digital, dan isu privasi).
- Pengenalan LLM dan Prompt EngineeringGuru menjelaskan secara sederhana apa itu LLM (ChatGPT, Gemini, Grok), bagaimana model tersebut digunakan sebagai tutor virtual atau asisten penyusunan materi ajar, serta kelemahannya (halusinasi, bias).
- Guru memperkenalkan konsep dasar prompt engineering: merancang perintah yang jelas, spesifik, berfokus pada tujuan, dan disertai konteks.
- Latihan Menyusun Prompt
- Peserta didik bekerja dalam kelompok kecil.
Setiap kelompok diminta menyusun beberapa prompt untuk:
Meminta penjelasan konsep AI yang dekat dengan kehidupan mereka.- Menghasilkan ide proyek kecil berbasis AI untuk lingkungan sekolah.
- Kelompok menguji prompt yang dibuat menggunakan platform AI generatif yang telah disiapkan guru (misalnya Gemini di laptop sekolah), kemudian membandingkan hasil keluaran: mana yang paling relevan dan mudah dipahami.
- Peserta didik merefleksikan ciri prompt yang “baik” berdasarkan pengalaman praktik.
Refleksi Etika Penggunaan AI
- Guru memandu diskusi tentang lima prinsip etis: transparansi, perlindungan privasi dan keamanan data, keadilan dan inklusivitas, akuntabilitas, serta integritas akademik.
Peserta didik menganalisis satu-dua contoh kasus sederhana, misalnya:
- Menggunakan AI untuk mengerjakan tugas tanpa memahami materi.
- Mengunggah data pribadi ke aplikasi AI tanpa membaca kebijakan privasi.
Kelompok menyimpulkan sikap yang seharusnya diambil dalam setiap kasus.
METODE PEMBELAJARAN :
Metode yang digunakan dapat dipadukan sesuai kebutuhan kelas, antara lain:
- Ceramah interaktif untuk pengenalan konsep dasar.
- Diskusi kelompok dan presentasi untuk mengeksplorasi manfaat, risiko, dan etika AI.
- Praktik langsung (demonstrasi dan latihan menyusun prompt) menggunakan perangkat dan platform AI generatif.
- Project based learning skala kecil melalui tugas pengembangan ide/proyek berbasis AI untuk lingkungan sekolah.
- Refleksi individu untuk menumbuhkan sikap bertanggung jawab dan integritas akademik dalam penggunaan AI.
KELAS : X
WAKTU : SELASA, 03 Februari 2026
LD.10.1 PPM KKA (KODING DAN KECERDASAN ARTIFICIAL)
PERTEMUAN SEMESTER GENAP : 8
Dasar-Dasar Pemrograman Python
Materi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)
Pendahuluan
Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial menuntut peserta didik untuk memiliki kemampuan berpikir komputasional serta keterampilan pemrograman dasar. Salah satu bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan saat ini adalah Python. Python dikenal karena sintaksnya yang sederhana, mudah dipahami, serta digunakan secara luas pada bidang kecerdasan artifisial, analisis data, pengembangan aplikasi, dan otomasi sistem.
Materi ini bertujuan untuk memperkenalkan Python dasar secara bertahap, dimulai dari proses instalasi hingga penerapan konsep pemrograman dasar seperti output, variabel, dan struktur kode sederhana.
A. Pengenalan Bahasa Pemrograman Python
Python adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dikembangkan untuk memudahkan manusia dalam menuliskan perintah komputer. Python menggunakan struktur kode yang rapi dan mudah dibaca, sehingga sangat sesuai untuk pemula.
Karakteristik Python
Sintaks sederhana dan mudah dipahami
Tidak memerlukan tanda kurung kurawal
{}Menggunakan indentasi (spasi) untuk menentukan blok program
Mendukung berbagai paradigma pemrograman
Banyak digunakan dalam pengembangan kecerdasan artifisial
B. Instalasi Python
1. Instalasi Python di Windows
Langkah-langkah instalasi Python:
Buka peramban internet
Kunjungi situs resmi Python:
https://www.python.orgPilih menu Downloads
Klik Download Python (versi terbaru)
Jalankan file installer
Centang opsi “Add Python to PATH”
Klik Install Now
Tunggu hingga proses instalasi selesai
2. Mengecek Instalasi Python
Setelah instalasi selesai:
Buka Command Prompt
Ketik perintah berikut:
Jika Python berhasil terpasang, maka akan muncul informasi versi Python.
C. Menjalankan Python
Python dapat dijalankan dengan dua cara utama:
Mode Interaktif (Interactive Mode)
Mode File (.py)
1. Mode Interaktif
Mode ini digunakan untuk mencoba perintah Python secara langsung.
Langkah:
Buka Command Prompt
Ketik:
Akan muncul tanda
>>>yang menandakan Python siap menerima perintah
D. Output pada Python
Output adalah hasil yang ditampilkan oleh program ke layar.
Dalam Python, output ditampilkan menggunakan fungsi print().
Contoh Program Output
Hasil Output
Keterangan:
print()digunakan untuk menampilkan teks atau dataTeks harus ditulis di dalam tanda petik
" "
E. Variabel dalam Python
Variabel digunakan untuk menyimpan data.
Python tidak memerlukan deklarasi tipe data secara eksplisit.
Aturan Penulisan Variabel
Tidak boleh diawali angka
Tidak boleh mengandung spasi
Bersifat peka terhadap huruf besar dan kecil
Gunakan nama yang bermakna
Contoh Variabel
Menampilkan Variabel
Hasil Output
F. Tipe Data Dasar
Python memiliki beberapa tipe data dasar, antara lain:
1. Integer (Bilangan Bulat)
Output:
2. Float (Bilangan Desimal)
Output:
3. String (Teks)
Output:
4. Boolean (True / False)
Output:
G. Menggabungkan Teks dan Variabel
Python memungkinkan penggabungan teks dan variabel menggunakan koma ,.
Contoh
Hasil Output
H. Input Data dari Pengguna
Python dapat menerima input dari pengguna menggunakan fungsi input().
Contoh Program Input
Contoh Output
Keterangan:
Data dari
input()bertipe stringUntuk data angka perlu konversi tipe data
I. Konversi Tipe Data
Contoh Konversi String ke Integer
Jika pengguna memasukkan 16, maka output:
J. Struktur Program Python Sederhana
Contoh program lengkap:
Program di atas menunjukkan:
Penggunaan input
Penyimpanan data ke variabel
Penampilan output
Penutup
Python merupakan bahasa pemrograman yang sangat tepat untuk pembelajaran awal Koding dan Kecerdasan Artifisial. Dengan memahami konsep dasar seperti output, variabel, tipe data, dan input, peserta didik telah memiliki fondasi penting untuk melanjutkan ke materi yang lebih lanjut seperti logika percabangan, perulangan, dan penerapan kecerdasan artifisial.
Pemahaman yang kuat pada tahap dasar ini akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran pemrograman di tingkat berikutnya.




2 Komentar
Assalamualaikum pak, Bilqis x6 hadir;D
BalasHapusassalamualaikum pak, Khairah X.6 hadir
BalasHapus